Friday, 2 December 2016

Perangkat Kecil Pendukung Jaringan Fiber Optik

Ingatkah Anda? Ketika ingin menyambungkan komputer ke internet, Anda harus menarik kabel yang terhubung dengan telepon. Pada saat itu, koneksi masih terbilang sangat lambat. Belum lagi ketika cuaca sedang tidak bagus, koneksi internet ikut berantakan juga.
Namun, hal seperti itu sudah tidak perlu kita rasakan lagi di era sekarang. Perkembangan teknologi yang begitu pesat menghadirkan layanan-layanan baru untuk menghubungkan kita dengan dunia maya. Semua jaringan telekomunikasi sudah sangat cepat.
Salah satu bentuk perkembangan teknologi di dunia telekomunikasi adalah penggunaan kabel fiber optik. Fiber optik hadir sebagai solusi akan kebutuhan transfer informasi dengan cepat. Tapi tahukah Anda kalau dalam instalasi sistem fiber optik terdapat banyak sekali perangkat pendukungnya?

SFP: Perangkat Kecil Pendukung Jaringan Fiber Optik

Dari sekian banyak perangkat pendukung jaringan fiber optik, salah satu yang cukup penting adalah SFP (Small Form-factor Pluggable). Perangkat kecil ini mendukung jaringan fiber optik agar bisa berfungsi sebagai transceiver.
SFP biasa digunakan pada teknologi telekomunikasi dan data komunikasi. Alat ini bersifat hot-pluggable, yang berarti SFP akan terdeteksi secara otomatis ketika dipasangkan pada sebuah perangkat. SFP merupakan perangkat yang murah dan berfungsi menghubungkan berbagai tipe fiber optik.
Perangkat kecil pendukung jaringan fiber optik ini dikenal pula dengan nama mini-GBIC. Istilah GBIC merujuk pada Gigabit Interface Converter, yaitu suatu port yang dikhususkan untuk terhubung dengan jaringan backbone dengan bandwidth yang besar.
Saat proses pemasangan fiber optik pada sebuah perangkat, kita perlu memilih SFP dengan benar. Sebab, perangkat kecil ini penggunaannya berhubungan dengan berbagai hal, seperti: panjang gelombang, besar bandwidth, untuk bekerja pada single mode atau multi mode dan jenis konektor yang digunakan.

Jenis-jenis Port SFP (Small Form-factor Pluggable)

Port atau tempat memasang SFP bisa ditemukan di beberapa alat, seperti ethernet switch, router, dan interface jaringan firewall. Keberadaan dan jumlah port untuk SFP pada sebuah alat berbeda-beda. Biasanya tergantung dari tipe atau merek yang digunakan.
Karena port pada beberapa perangkat berbeda, kita perlu memilih modul SFP sesuai dengan jenis port yang dipakai. Sehingga, port yang terletak pada perangkat switch bisa terhubung dengan jaringan fiber optik. Ada beberapa jenis port SFP yang bisa kita temui:
·         Combo SFP Ports
Ports ini memiliki peran ganda, yaitu dapat digunakan sebagai port Ethernet biasa dan/atau sebagai port SFP.
·         SFP dan SFP+
Port jenis ini memungkinkan transmisi data hingga 10 Gbps, sementara port SFP biasa hanya bisa mentransmisi 4.25 Gbps saja.

Cara Memasang SFP (Small Form-factor Pluggable)


Cara menggunakan perangkat ini cukup mudah, tapi kita harus tahu terlebih dahulu sistem jaringan seperti apa yang akan dibentuk. Dua hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah berapa jarak antar node dan troughput yang akan dilewati.
Setiap SFP memiliki jarak node dan troughput yang berbeda-beda. Demi menghindari kerusakan pada perangkat, kedua hal tersebut perlu diketahui. Sebagai contoh, seri S+85DLC03D merupakan SFP dengan spesifikasi troughput 10Gbps, dengan kabel multimode, dan panjang kabel 300 meter.
Setelah memastikan bahwa SFP cocok dengan sistem yang sedang dibangun, maka Anda tinggal memasangnya. Masukan modul SFP ini ke dalam switch yang sesuai, selanjutnya pasang kabel optik yang sudah jadi, misal: Multimode Duplex Fiber Optic Cable.



Referensi:



Teknologi CWDM pada serat optik

Ketika membicarakan sebuah teknologi, kita akan selalu dihadapkan dengan sebuah keterbatasan. Spektrum dan bandwidth merupakan sebuah keterbatasan umum di dalam sistem telekomunikasi. Tapi, keterbatasan tidak selalu memberikan dampak buruk karena hal ini akan terus mendorong lahirnya sebuah inovasi baru.
Salah satu bentuk inovasi dalam dunia telekomunikasi adalah penggunaan serat optik. Teknologi ini mampu menggantikan kabel tembaga sebagai media transmisi berkecepatan tinggi. Alhasil, kualitas layanan pun berubah menuju ke arah yang lebih baik.
Meskipun sudah banyak dimanfaatkan, sampai sekarang pengembangan serat optik masih dilakukan. Salah satu yang dikembangkan adalah kapasitas transmisi atau dikenal dengan Wavelength Division Multiplexing (WDM).

Sejarah Pengembangan Wavelength Division Multiplexing (WDM)



WDM atau Wavelength Division Multiplexing adalah teknologi multipleksing yang berguna dalam membawa beberapa sinyal informasi (data, suara, dan gambar) dalam sebuah inti kabel serat optik. WDM membawa sinyal informasi dengan penggunaan panjang gelombang cahaya yang berbeda-beda.
Konsep ini pertama kali dimunculkan sekitar tahun 1970-an, dan pada 1978 sistem ini sudah berhasil diimplementasikan. Namun, pada waktu itu muncul sebuah permasalahan baru. Hal ini dikarenakan ke-nonlinearan serat optik dan efek dispersi menyebabkan keterbatasan jumlah gelombang.
Pengembangan pun terus dilakukan, sampai pada akhirnya WDM memiliki dua segmen, yaitu Dense dan Coarse. Cara kerja kedua teknik ini hampir mirip, hanya terdapat perbedaan mendasar pada channel spacing dan area operasi panjang gelombangnya.
DWDM dan teknologi CWDM pada serat optik memberi dampak yang sangat besar.  Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai kedua segmen WDM.

Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM)


DWDM merupakan sebuah teknik transmisi, dimana cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda dimanfaatkan sebagai kanal informasi. Setelah dilakukan proses multipleksing, seluruh panjang gelombang tersebut akan ditransmisikan melalui sebuah sistem serat optik.
Alasan utama penggunaan DWDM sebagai jaringan telekomunikasi adalah kemampuannya untuk mengakomodir ratusan panjang gelombang yang berbeda. Sehingga, setiap perusahaan pelayanan telekomunikasi dapat memiliki jaringannya sendiri-sendiri.
Munculnya teknologi DWDM menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi para penyedia layanan telekomunikasi di berbagai negara. Sebab, para penyedia layanan dapat memiliki jaringan tanpa harus susah payah membangun infrastruktur sendiri.
Teknologi ini mampu diimplementasikan pada jaringan telekomunikasi jarak jauh dan fleksibel terhadap pertumbuhan trafik yang tidak terprediksi. Hal tersebut menjadi keunggulan paling utama dari DWDM. Sayangnya, pengimplementasi DWDM pada daerah padat penduduk membutuhkan banyak biaya. Sebagai alternatif, dibuatlah segmen selain Dense, yaitu Coarse WDM.

Coarse Wavelength Division Multiplexing (CWDM)


Teknologi CWDM pada serat optik digunakan untuk meningkatkan kapasitas informasi. CWDM bekerja dengan cara mentransmisikan beberapa panjang gelombang yang berbeda melalui serat optik. Teknik ini juga meningkatkan channel spacing dan membuat area operasi panjang gelombang menjadi lebih ringkas.
Tujuan dari dikembangkannya teknologi ini untuk menekan biaya operasi teknologi DWDM. Hampir seperti DWDM, kemampuan CWDM juga bisa diterapkan secara point-to-point, chain, ring, dan mesh.
Teknologi CWDM pada serat optik menjadi solusi yang baik dalam mengatasi kebutuhan spektrum dan bandwidth yang besar. Ini semua didasari oleh penggunaan channel spacing sebesar 0.2 nm, yang dapat memangkas keperluan laser dan filter yang harganya jauh lebih mahal.



Referensi:



SOLUSI MEMPERLANCAR SINYAL SIARAN TELEVISI


Hiburan adalah hal yang dibutuhkan oleh setiap orang. Salah satu sumber hiburan yang mudah ditemui adalah siaran program yang ditayangkan di televisi. Namun, tidak jarang ditemukan beberapa kendala terkait sulitnya menerima siaran televisi pada sebuah gedung yang memiliki banyak ruangan. Salah satu solusi memperlancar sinyal siaran televisi tersebut adalah dengan memasang sebuah jaringan MATV.

MATV: Solusi Memperlancar Sinyal Siaran Televisi


MATV (Master Antenna Television) merupakan sebuah sistem distribusi sinyal RF yang digunakan untuk mengatasi kesulitan menangkap siaran televisi di area tertentu. Biasanya teknologi ini dipasang pada sebuah gedung yang memiliki banyak ruangan, seperti perkantoran, apartemen, rumah sakit, atau hotel. Bahkan, MATV bisa menjembatani transmisi sinyal televisi hingga radius puluhan kilometer. Pada jaringan ini, sinyal RF yang didistribusikan dapat diperoleh dari terestrial, satelit, atau bisa juga melalui konten lokal yang ada.
Ada dua jenis MATV yang bisa ditemui di pasaran, yaitu MATV digital dan MATV analog. Kedua jenis tersebut memiliki perbedaan pada komponen modulator dan headend. Untuk TV digital, bukan berarti televisi yang digunakan adalah tipe digital, namun lebih kepada jenis sinyal yang disalurkanSedangkan pada TV analog, pengkodean informasi gambar dilakukan dengan membuat variasi voltase dan frekuensi sinyal. Sistem yang ada pada TV analog antara lain NTSC, PAL dan SECAM.

Cara Kerja MATV Sebagai Solusi Memperlancar Sinyal Siaran Televisi


Sebuah MATV bukanlah sistem yang berdiri sendiri, namun merupakan sebuah kesatuan yang kompleks antara sistem satu sama lain. Pada proses perancangan hingga pemasangan diperlukan peralatan dan teknik yang harus sesuai. Hal ini perlu dilakukan agar sinyal yang didistribusikan berkualitas baik.
Cara kerja MATV dimulai dari sebuah antena penerima sampai pada televisi. Terdapat dua proses transmisi, yaitu pada headend dan jaringan. Pada headend, sinyal dari berbagai sumber diterima dan diubah menjadi sinyal khusus. Selanjutnya, sinyal tersebut diantarkan melalui media kabel single. Setiap sinyal yang melewati kabel akan mengalami attenuation (redaman sinyal). Redaman ini diperlukan agar tidak terjadi overdrive saat sinyal mencapai tujuan.

Komponen Utama dalam Jaringan MATV

Dalam proses instalasi MATV, terdapat dua buah komponen utama yang perlu dipasang, yaitu:

Headend MATV


Komponen ini adalah titik awal penggabungan dari berbagai sinyal siaran yang telah diolah secara teknis. Ini merupakan komponen yang berfungsi sebagai penerima sinyal yang kemudian disebarkan ke berbagai penjuru ruangan. Headend (HE) sering juga disebut sebagai sentral atau server.
Pada sebuah HE, terdapat susunan komponen receiver digital yang disusun sedemikian rupa agar menghasilkan sinyal RF. Komponen penyusun dari HE sendiri ada 6 buah, yaitu antenna, receiver, decoder, modulator, cable-router, optoelektronik, dan combiner.

Antena

Komponen ini digunakan untuk menerima dan/atau memancarkan suatu gelombang elektromagnetik secara efisien.
Bersamaan dengan HE, antena disambungkan dengan komponen-komponen lain, seperti trunk cable, kabel distribusi, dan drop cable.



Referensi:



Thursday, 1 December 2016

Perangkat yang Terdapat Pada MATV

Disamping internet, televisi adalah alat penyebaran informasi yang juga sangat efektif. Meskipun tidak seluas informasi di internet, cukup banyak orang yang menikmati siaran televisi lebih dari tiga jam perhari. Terlebih lagi dengan adanya siaran televisi yang hampir mengudara selama 24 jam setiap hari.
Namun, terkadang muncul sebuah masalah. Meskipun setiap orang bisa menikmati siaran televisi, kualitas gambar atau suara terkadang kurang memuaskan. Hal ini bisa terjadi karena terhambatnya sinyal yang menuju pada televisi. Bagi Anda yang mengalami kesulitan mendapat kualitas tampilan gambar dan suara jernih, Anda bisa memasang sebuah MATV di rumah atau gedung tempat Anda tinggal.

MATV: Solusi Memperlancar Sinyal Televisi


MATV (Master Antena Televisi) merupakan sebuah jaringan yang dibangun guna mendistribusikan sinyal televisi, dari antena utama ke beberapa televisi dalam satu atap. MATV banyak dipasang pada rumah atau gedung dengan banyak ruangan, seperti kos, apartemen, hotel, dan rumah sakit.
Alat ini bekerja dengan cara menangkap sinyal siaran yang ada di sekitar tempat tinggal Anda. Setelah sinyal didapatkan, kemudian akan disalurkan menuju sebuah splitter. Pada komponen splitter ini sinyal akan mulai dibagikan ke beberapa televisi yang masuk ke dalam struktur jaringan MATV.
Sistem ini mampu membagikan sinyal siaran ke beberapa televisi dengan kualitas gambar dan suara yang sama. Pada saat sinyal siaran disalurkan, terdapat sebuah amplifier yang terletak di struktur jaringan MATV. Komponen tersebut bisa meningkatkan kualitas dari sinyal sebelum mencapai titik akhir pengiriman(televisi).
Satu hal yang perlu diingat, MATV bukan merupakan sebuah sistem yang beridiri sendiri. Sistem jaringan MATV bekerja dengan cukup kompleks antara komponen satu dengan yang lain. Sehingga, saat Anda berencana memasang sebuah MATV, perencanaan yang matang, penggunaan peralatan, serta teknik instalasi yang sesuai sangat diperlukan.

Mengenal Perangkat yang Terdapat Pada MATV


Perangkat yang terdapat pada MATV sebenarnya tidak terlalu banyak. Secara garis besar hanya terdapat dua buah komponen utama, yaitu antena dan headend. Namun, dalam instalasi MATV terdapat komponen pendukung seperti pengkabelan, amplifier, splitter.

Antena

Antena merupakan perangkat yang terdapat pada MATV, dimana alat ini berfungsi untuk memancar dan/atau menerima gelombang elektromagnetik secara efisien. Ketika Anda ingin memasang sistem MATV, pemilihan antenna yang tepat sangat diperlukan. Beberapa kriteria yang harus diperhatikan saat memilih antenna antara lain:
-          Bentuk dan arah radiasi yang diinginkan
-          Frekuensi antena
-          Bandwidth
-          Independensi input yang dimiliki
Jenis antena yang biasanya dipakai dalam instalasi sebuah sistem MATV adalah antena parabola dan antena yagi.

Headend

Headend (HE) juga merupakan perangkat yang terdapat pada MATV. Alat ini sering pula disebut sebagai sentral atau server. Di sebuah HE, terdapat beberapa susunan receiver digital sehingga dapat menghasilkan sinyal RF.
Alat ini bekerja untuk menampung berbagai jenis sinyal yang kemudian dikonversi menjadi jenis sinyal yang diinginkan. Selanjutnya, HE akan mengirimkan sinyal tersebut menuju splitter dan kemudian sinyal akan didistribusikan sama rata menuju pengguna televisi.

Amplifier

Alat ini memiliki fungsi sebagai penguat sinyal RF yang mengalami losses saat melewati kabel coaxial. Ada dua jenis amplifier, yaitu Trunk Amplifier dan Indoor Amplifier. Pada trunk amplifier, terdapat sebuah kontrol pengaturan gain yang berfungsi untuk menentukan besar/kecil sinyal RF yang harus dihasilkan. Sedangkan pada indoor amplifier, kemampuan pengaturan gain hanya sebesar 30 dB.

Splitter

Komponen ini berfungsi sebagai pemecah sinyal yang akan didistribusikan pada beberapa pengguna televisi. Terdapat dua jenis splitter, yaitu jenis two-way dan four-way.
Referensi:



Membangun Sistem MATV Sederhana di Rumah

Televisi adalah salah satu sumber hiburan yang disukai banyak orang. Dahulu, hanya orang yang bermukim di perkotaan saja yang bisa menikmati siaran televisi. Namun, semenjak adanya MATV, hampir di setiap daerah bisa menerima sinyal siaran dengan baik. Selain itu, kesulitan dalam membagi sinyal siaran televisi pada gedung dengan banyak ruang juga bisa diatasi dengan teknologi ini.
MATV (Master Antenna Televisi) merupakan suatu sistem jaringan yang sanggup mendistribusikan sinyal televisi dari antena utama menuju beberapa televisi. Teknologi ini biasanya dipasang pada suatu gedung dengan banyak ruangan, seperti apartemen, mall, atau hotel.

Cara Membangun Sistem MATV Sederhana di Rumah

Selain digunakan untuk perhotelan, MATV juga cocok untuk dipasang pada rumah huni. Dengan memasang MATV, setiap televisi di rumah Anda bisa menerima sinyal siaran dengan jernih dan lebih baik.
Terdapat beberapa komponen yang perlu disiapkan sebelum membangun sistem MATV sederhana di rumah, yaitu:

Unit Penangkap Siaran (Antena)

Bagian ini berfungsi untuk menerima jaringan siar yang ada di area tempat tinggal Anda. Biasanya komponen ini terdiri dari antena VHF atau antena UHF. Terdapat dua buah penangkat siaran yang bisa Anda pilih, yaitu antena yagi atau parabola.
Jenis antena yagi memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan antena jenis yagi adalah: memiliki sifat direksional, penguatan jaringan dapat diatur sesuai kebutuhan, dan dapat digunakan pada frekuensi tinggi. Adapun kekurangan dari antena ini adalah bahan rangkaiannya sangat banyak.
Sedangkan pada jenis parabola, antena ini mampu menangkap sinyal transmisi dengan jarak yang lebih jauh dan terkoneksi pada satelit. Antena berbentuk piringan ini memeliki kelebihan, dimana suara dan gambar yang diterima jauh lebih jernih daripada antena lainnya. Dari segi kelemahan, antena ini memiliki harga yang sangat mahal dan sinyal yang didapat sangat bergantung pada cuaca.

Unit Penguat Siaran

Komponen kedua yang haris disiapkan saat membangun sistem MATV sederhana di rumah adalah unit penguat siaran. Komponen ini juga sering disebut sebagai Mast Amplifier. Alat ini bekerja dengan cara memperkuat sinyal penerimaan pada antena televisi.
Sebelum didistribusikan, sinyal gambar dan suara yang telah dikuatkan terlebih dahulu dikirim menuju splitter. Setelah itu sinyal akan diteruskan menuju beberapa televisi yang ada di kamar atau ruangan rumah Anda.

Unit Pembagi Distribusi

Alat ini dikenal pula dengan sebutan splitter. Ketika melakukan instalasi MATV di sebuah bangunan, alat ini berfungsi sebagai pembagi sinyal jaringan menuju televisi di setiap ruangan. Alat ini dapat membagi sinyal RF yang berisi gambar dan suara agar dapat diterima sama baiknya pada setiap televisi di sebuah gedung.
Komponen ini juga berfungsi sebagai kopling sinyal. Ketika terjadi kerusakan atau konsleting, alat ini mampu menjaga agar kualitas tampilan televisi lainnya tidak terpengaruh.

Unit Penampil

Komponen ini adalah akhir dari sebuah jaringan MATV. Unit penampil berbentuk televisi yang memunculkan sinyal gambar dan suara. Tampilan kanal di televisi bisa diatur menggunakan tuner internal.

Referensi:



Cara Instalasi MATV


Di era sekarang, layanan televisi sangat erat kaitannya dengan tren gaya hidup. Kebanyakan orang saat ini menghabiskan waktu menonton televisi lebih dari tiga jam perhari. Namun, tidak jarang mereka mengalami kendala, seperti kesulitan menangkap siaran televisi. Tentunya hal seperti ini sangat mengganggu.
Bagi Anda yang kerap mengalami gangguan siaran televisi, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk memasang sistem MATV. Apa sih MATV itu? Berikut ini akan diulas secara singkat apa itu MATV, komponen, cara kerja, dan bagaimana cara instalasi MATV.

Mengenal Secara Singkat Apa Itu MATV?


MATV adalah singkatan dari Master Antena Televisi, yaitu sebuah sistem distribusi sinyal siaran televisi. Sistem ini biasa dipasang pada suatu gedung yang memiliki banyak kamar, seperti apartemen, hotel, rumah sakit, dan perkantoran.
Masalah kesulitan menangkap sinyal siaran televisi, biasanya dialami oleh sebuah gedung dengan banyak ruang. Sinyal yang diterima antara ruang satu dan lainnya kerap kali tidak sama. Hasilnya, output tampilan gambar dan suara kurang jernih.
Ketika memanfaatkan MATV, kendala seperti itu bisa dengan mudah teratasi. Sistem MATV memungkinkan sinyal siaran didistribusikan dengan kekuatan yang sama. Ketika ada sinyal yang losses sekalipun, terdapat sebuah komponen dalam MATV yang berfungsi untuk memperkuat sinyal tersebut.

Komponen Utama dari MATV


Antena

Komponen paling utama dari MATV adalah sebuah antena. Alat ini berfungsi untuk memancarkan dan/atau menerima sinyal siaran di area sekitar gedung. Semakin baik konstruksi suatu antena, maka semakin baik pula sinyal yang diterima. Pada sistem MATV, Antena akan menangkap sinyal yang dikumpulkan pada komponen headend.

Headend

Pada komponen ini, berbagai jenis sinyal yang diterima oleh antena dikumpulkan. Selanjutnya, sebelum pendistribusian sinyal tersebut akan dikonversi menjadi sinyal khusus. Kemudian, sinyal akan diteruskan menuju televisi melalui sebuah jaringan pengkabelan.

Pengkabelan

Saat sinyal melalui sistem pengkabelan, sinyal tersebut akan mengalami redaman. Sinyal yang terlalu kuat akan dilemahkan supaya tidak terjadi overdrive pada peralatan.

Amplifier

Komponen ini berfungsi untuk menguatkan sinyal yang losses. Tujuannya agar tampilan gambar dan suara pada televisi tetap bersih.

Splitter

Agar sinyal siaran bisa terbagi rata diperlukan adanya komponen splitter. Alat ini digunakan untuk membagi sinyal RF. Dengan memanfaatkan alat ini pula, sinyal siaran bisa dibagikan ke banyak kamar. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih splitter, seperti besarnya redaman, respon frekuensi, dan jumlah keluaran splitter.

Cara Instalasi MATV


Bagi pemilik hotel, kos-kosan, atau apartmen, pemasangan MATV merupakan hal yang sangat vital. Sebenarnya MATV/CATV tidak hanya digunakan pada gedung-gedung dengan banyak kamar saja. Namun juga bisa dipasang untuk daerah yang kesulitan mendapat sinyal UHF.
Dari sisi cara instalasi MATV, Anda harus menyiapkan komponen-komponen seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Selanjutnya, Anda bisa memilih dua cara instalasi MATV sesuai dengan yang dibutuhkan di area Anda.

Metode Free and Branch System

Pada metode ini, sinyal transmisi sepanjang trunk cable melalui berbagai cabang dan sub cabang. Setiap ruangan dalam sebuah bangunan menggunakan decoder dan receiver untuk mengganti kanal televisi. Decoder diletakkan di antara jaringan pengkabelan dan televisi. Cara ini dianggap kurang ekonomis, mengingat pengelola gedung harus memasang decoder sejumlah kamar yang ada.

Metode Distribusi Channel

Cara kedua ini dianggap lebih efektif dan ekonomis, yaitu sinyal akan didistribusikan melalui trunk cable dari headend menuju sejumlah local center. Pada metode ini terdapat sebuah router yang berfungsi untuk memperlancar laju transmisi ketika terjadi sebuah gangguan. Selanjutnya, sinyal akan langsung disebarkan menuju kamar-kamar.


Referensi:



Bagaimana Cara Memilih dan Memasang Antena yang Handal

 Hampir kebanyakan orang menikmati tayangan televisi selama tiga jam setiap hari. Di era digital sekarang, televisi bukan merupakan sebuah media hiburan semata, tetapi sudah begeser menjadi kebutuhan. Tayangan-tayangan yang sarat akan informasi bisa dengan mudah disiarkan melalui jaringan pertelevisian.
Jaringan siaran televisi di kota-kota besar sekarang ini, mudah untuk didapatkan. Hampir setiap rumah bisa menikmati tayangan televisi dengan kualitas gambar jernih dan suara yang bagus. Baik atau buruk sebuah tayangan televisi tentu tidak terlepas dari kualitas antena yang digunakan. Berikut ini adalah ulasan mengenai jenis antena dan bagaimana cara memilih dan memasang antena yang handal.

Macam-macam Antena dan Kegunaannya


Antena merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memancarkan dan/atau menangkap sebuah sinyal jaringan tertentu. Karena setiap antena digunakan untuk menangkap sinyal jaringan yang berbeda-beda, maka ragam antena yang bisa ditemui di pasaran sangat banyak.
Jika dilihat dari jenisnya, secara umum antena terbagi menjadi dua, yaitu:

Antena Directional

Ini merupakan antena dengan jenis narrow beam width, yang artinya antena ini hanya memiliki sudut pancaran yang kecil. Meskipun sudut pancarannya kecil, keunggulan dari antena ini adalah pancaran sinyalnya lebih terarah. Yang termasuk ke dalam antena jenis direksional adalah antena yagi, antena parabola, antena grid, dan antena sectoral.

Antena Omni Directional

Jenis antena ini memiliki sudut pancaran yang lebih lebar, dengan jarak pancaran yang lebih pendek. Antena omni directional sangat cocok dipasangkan ketika Anda ingin menyebarkan sinyal ke segala arah. Biasanya, antena ini dimanfaatkan dalam penggunaan ponsel, router hotspot, dan dipole.
Lalu, bagaimana dengan antena yang mampu membuat tampilan televisi menjadi lebih jernih? Jawabannya adalah menggunakan antena jenis directional. Proses pemasangan sistem pertelevisian di sebuah rumah, terdapat dua buah antena yang sering digunakan, antara lain:

Antena Yagi

Antena tipe ini biasa digunakan untuk menerima sinyal elektromagnetik pada pemancar radio dan TV telestrial (UHF/VHF). Pada antena ini terdapat tiga buah bagian, yaitu driven, reflektor, dan director.

Antena Parabola

Antena yang memiliki bentuk serupa dengan wajan penggorengan ini biasa pula digunakan untuk menangkat sinyal televisi. Sinyal elektromagnetik akan ditangkap dan dikumpulkan pada suatu titik fokus. Bukan hanya untuk menonton televisi, antena jenis ini juga kerap dipakai pada instalasi jaringan internet.


Bagaimana Cara Memilih dan Memasang Antena yang Handal


Karena terdapat berbagai macam antena di pasaran, terkadang memilih antena yang tepat bisa menjadi kesulitan tersendiri. Bagi Anda yang ingin memasang sistem pertelevisian dirumah, silakan simak bagaimana cara memilih dan memasang antena yang handal berikut ini:

Memilih Antena yang Memiliki Banyak Elemen

Tips pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih antena dengan deret elemen yang banyak dan panjang. Hal ini disebabkan ketika direktor antena cenderung lebih panjang, sehingga sinyal yang diterima akan lebih mudah untuk dikuatkan.

Pilih Kabel Antena yang Tebal

Untuk kabel antena yang handal, Anda bisa memilih kabel 75 ohm coaxial. Pasalnya, kabel ini memiliki loses kecil dan serabut pelindung lebih banyak. Selain itu, kabel yang handal juga memiliki kawat konduktor yang lebih tebal.

Perhatikan Detail Pemasangan

Saat melakukan instalasi, usahakan untuk memasang antena pada area yang dekat dengan booster. Upaya ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penggulungan kabel yang dapat memperlemah arus sinyal. Selain itu, agar hasil tampilan lebih jernih pastikan untuk tidak memasang antena dengan ketinggian lebih dari 15 meter.